Sinopsis Serial ASHOKA Episode 171 - 22 Oktober (ANTV)

Chanakya : Ya, memang dia diketahui sebagai ibu Ashoka. Lalu seseorang mengetahui bahwa Ashoka dan Dharma memiliki hubungan karena itu mereka menyerang Dharma. Semua orang termasuk aku berpikir kalau ibu Ashoka, Dharma, telah mati. Ashoka tidak berada disini dan aku ingin memberinya pemakaman sesuai tradisi kerajaan, karena itu aku meminta Bindusara untuk melakukan upacara pemakamannya.

Bindu : Ketika Ashoka sering menceritakan padaku tentang ibunya, entah kenapa aku merasa kalau Dharma mirip sekali dengan ibunya.
Ashoka : Aku sedih ketika mengetahui bahwa ibuku meninggal tapi Yang Mulia memberiku dukungan saat itu dan kami menjadi dekat.

Chanakya : Kemudian aku akhirnya mengetahui kalau Khurasan adalah orang yang ada di belakang semua ini. Ia mencoba untuk membunuh Dharma empat belas tahun yang lalu. Lalu aku juga mengetahui kalau Dharma ternyata masih hidup. Aku menyembunyikannya agar dia tetap aman. Dia ingin dekat dengan Ashoka, jadi aku membawanya ke istana dan menunjuknya sebagai pelayan Permaisuri Subhrasi, Sevika. Sejak itulah dia berada disini.

Subhrasi : Kalau saja aku tahu dirimu sebelumnya, aku tidak akan memperlakukanmu seperti seorang pelayan. Kau sudah menjaga Drupat seperti ibunya sendiri. Aku minta maaf karena tidak bisa mengenalimu.
Dharma : Seharusnya aku yang minta maaf padamu karena telah menyembunyikan kebenaran darimu.

Khalatak : Sudah jelas bahwa Dharma dan Ashoka menyembunyikan identitas mereka karena hidup mereka dalam bahaya. Tapi bagaimana Niharika mengetahui soal Dharma?

Chanakya : Khurasan yang bertanggung jawab terhadap hal itu juga. Saat perayaan Savitri, Raja Bindusara melihat Dharma dan Khurasan mengetahuinya. Dia takut jika kebenarannya terbongkar sehingga ia mencoba untuk membunuh Dharma sehingga dia akan lenyap. Ia ingin menghabisi Dharma. Ia pikir kalau dia membunuh pengkhianat Magadha maka dia akan memperoleh penghargaan, karena itu dia menggunakan Niharika untuk menunjukkan bahwa Dharma adalah seorang pengkhianat.

Subhrasi : Tapi Niharika memberikan bukti melawan Dharma.
Chanakya : Bukti pertama yaitu gelang kaki Dharma ditemukan di istana yang terbakar. Itu karena Khurasan membuntutinya ketika Dharma lari dari sana. Bukti keduanya yaitu Dharma membunuh pelayan permaisuri Charumitra, tapi itu tidak benar karena saat itu Dharma berada bersamaku di Vann. Bukti ketiga yaitu Dharma tinggal di istana dan merancanakan siasat melawan keluarga kerajaan. Dia memang ada disini tapi Khurasan membuntutinya. Dia ada disini karena aku merasa kalau ini adalah tempat yang aman. Prajurit Khurasan mencoba membunuhnya berkali-kali. Siamak juga melihat kalau prajurit itu mengikutinya.

Siamak : Aku melihat prajurit Khurasani mencoba menangkap seorang wanita tapi aku menyelamatkannya.
Sushima : Kalau memang kau tahu semuanya, kenapa kau tidak mengatakan pada kami semua sebelumnya?

Chanakya : Sebab aku tidak memiliki bukti untuk melawan Khurasan. Aku ingin menunjukkan wajahnya yang sebenarnya di depan Raja. Ashoka bahka tidak tahu tentang Dharma yang sebenarnya. Dia pergi ke Champanagri dan disanalah dia mengetahui kebenaran tentang dirinya dan Dharma. Dia pulang dan mencoba untuk memberitahu semuanya pada Bindusara, tapi aku menghentikannya karena kami tidak memiliki bukti bahwa Dharma tidak bersalah. Lalu kami merencanakan jebakan untuk Khurasan dalam jebakannya sendiri. Ashoka berpura-pura sebagai penyelamat Khurasan dan ia akan mempertemukannya dengan Dharma. Kami membuat Khurasan terus mengejar Dharma. Kemudian saat ulang tahun Bindusara, Khurasan berhadapan langsung dengan Dharma. Ia mencoba untuk membunuh Dharma dan juga Ashoka setelah mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Bindusara datang tepat pada waktunya. Khurasan mencoba mencoba membunuh ketiganya namun Bindusara berhasil menangkapnya.

Semua orang terkejut mendengar penuturan Chanakya.

Ahenkara : Ibuku sudah membohongiku. Kenapa dia melakukan hal ini. Dimana ibuku?
Bindu : Aku tidak ingin melakukannya tapi dia menyerangku sedangkan aku berusaha menyelamatkan Ashoka. Jadi aku harus membunuhnya.

Ahenkara sangat kaget mendengarnya.
Ahenkara : Ibu tidak bisa meninggalkanku seperti ini.

Ia pun menangis, begitu juga dengan Ashoka. Permaisuri Charumitra menyuruh pelayannya untuk membawa Ahenkara pergi dari situ. Ahenkara mengikuti pelayan meninggalkan ruangan.
Bindu : Apapun yang terjadi hari ini dan bagaimana Chanakya telah mengatakan semuanya, setelah semua kebenarannya jelas, aku tidak memiliki keraguan lagi sekarang. Putraku Ashoka dan istriku Dharma tidak terlibat dalam konspirasi apapun. Aku mengumumkan bahwa mereka tidak bersalah. Mereka bebas dari segala tuduhan.

Siamak tersenyum. Helena, Charumitra, dan Noor langsung menjadi tegang.
Dharma tersenyum pada Ashoka. Ashoka memeluknya dengan gembira.

(Lal mere ........ mengalun)

Baik Dharma maupun Ashoka merasa bahagia. Bindusara tersenyum melihat mereka. Chanakya dan Radhagupta juga merasa senang. Helena menyerukan pujian untuk Ratu Dharma dan Pangeran Ashoka. Semua orang mengikutinya.

Bindusara bangkit dari singgasananya dan menghampiri Dharma dan Ashoka. Ia melihat Dharma yang juga melihatnya dengan penuh haru. Bindusara mengulurkan tangannya dan Dharma menyambutnya seraya tersenyum.

(Tum hi toh mere they, tumhi toh mere ho..... mengalun)

Bindusara membawa Dharma menuju ke singgasana dan ia juga memanggil Ashoka. Ashoka berlari dan memeluk Bindusara. Dharma juga memeluknya.
Bindu : Memang benar bahwa kau adalah istriku yang paling berharga, tapi menikahi Charumitra sebelum dirimu jadi posisimu akan berada di bawahnya. Kau akan menjadi istriku yang kedua.

Bindusara kemudian berkata pada Ashoka.
Bindu : Aku akan mempertemukanmu dengan saudara-saudaramu.

Ia membawa Ashoka pada Sushima. Ashoka ingin memeluknya, tapi Sushima menunjukkan rasa ketidaksukaannya pada Ashoka. Ia lalu melihat ke arah Bindusara dan memutuskan untuk memeluk Ashoka walau dalam perasaan marah.
Ashoka mendatangi Drupat yang kemudian memeluknya dengan gembira. Drupat mengajak Ashoka menuju Siamak. Ketiganya berpelukan dan tersenyum.

Bindusara menempatkan Ashoka berdiri di samping Sushima.
Bindu : Mulai hari ini, disinilah posisimu.

Bindusara berkata pada Chanakya.
Bindu : Di hari ulang tahunku, kau telah memberikanku kehidupan yang baru.
Chanakya : Tidak, cintamu untuk Dharma lah yang membuat hal ini terjadi.
Khalatak : Sampai pengkhianat belum mendapat hukumannya, keadilan masih belum terpenuhi.

Khurasan dibawa ke sidang istana.
Bindu : Kita memiliki peraturan bahwa pengkhianat keluarga kerajaan atau pengkhianat Magadha akan diberikan hukuman mati. Dan Khurasan adalah pengkhianat keluarga raja jadi aku memutuskan untuk memberinya hukuman gantung.

Dharma menghentikan ucapan Bindusara.
Dharma : Tidak!

Semua orang melihatnya.


PRECAP

Ashoka : Aku tidak tahu kalau Anda akan sangat mencintaiku.
Helena : Kau akan melihat lebih banyak lagi.
Ashoka memeluknya.
Helena bertemu dengan Nicator.
Helena : Chanakya akan menunjukkan pada Bindusara betapa miripnya anak itu dengan dirinya tapi aku akan menunjukkan pada Bindusara bahwa Ashoka tidak seperti dirinya. Betapa dia berbeda dari kepribadiannya. Ashoka yang telah menyatukan orang tuanya akan menjadi alasan untuk perpisahan mereka juga.



NEXT Ep 172



Comments

Post a Comment

Popular Posts