Sinopsis Serial ASHOKA Episode 180 - 4 November (ANTV)

Ashoka : Sampai sekarang kami selalu bertarung menggunakan pedang, tapi sekarang kami akan berhadapan menggunakan kata-kata. Serangan yang kami lakukan tidak bisa ditarik kembali. Kuharap, aku tidak melukai seseorang dengan kata-kataku, terutama saudaraku.

Sushima : Semuanya sah dalam cinta dan perang.

Sushima menghentikan Ahenkara.
Sushima : Mau kemana kau?
Ahenkara : Kudengar Ashoka...
Sushima : Jangan begitu mencemaskannya sehingga membuatmu melewati batasanmu. Jika aku berada di posisimu, aku akan lebih peduli pada keluargaku dibanding pada teman. Sebaiknya kau pergi dan mendoakan kemenanganku. Ketika aku menjadi Raja, aku akan membuat semuanya baik. Apa kau mau berdoa untuku?
Ahenkara : Ya.

Sushima mendorongnya dan menyuruhnya pergi ke kamar.

--------------------------

Charu : Aku akan menangani Ahenkara dan Ashoka, sedangkan kau fokus lah pada misimu. Kau harus fokus pada kemenangan. Kau harus duduk di singgasana itu.

Sushima : Aku akan menunjukkan pada ibu apa targetku dan bagaimana mendapatkannya.
Ashoka : Itu bukanlah target ketika kau melewatkannya.

Keduanya bertarung menggunakan pedang.
Chanakya : Ashoka! Sushima! Pertarungan bukanlah solusi. Pikiran adalah solusi segala hal.

Mahamat : Ajarkan Ahoka hal-hal tentang istana raja. Dia belum tahu apa-apa.
Chanakya : Kemewahan bukanlah segalanya. Ini adalah tentang seberapa bijak seseorang. Dan Ashoka akan memenangkan semua ujiannya.
Mahamat : Aku ingin melihatnya.
Chanakya : Ashoka harus membimbing dirinya sendiri. Itulah caranya bagaimana dia akan membimbing orang lain.

----------------------

Khurasan : Siapa yang mencoba meracuni Ashoka?
Noor : Aku tidak peduli jika Ashoka hidup atau mati. Aku hanya peduli pada Siamak. Bindu menyingkirkannya hari ini.
Khurasan : Kau harus pergi dan bertemu dengan Dastaan.
Noor : Bagaimana bisa? Aku tidak setia pada Bindusara karena dia tidak pernah mencintaiku. Aku jatuh cinta pada Justin karena dia memberikan aku cinta. Justin baru saja pergi tapi ayah malah menyuruhku untuk...
Khurasan : Kita tidak memiliki cara lain. Karena itu aku menyuruhmu menemui Dastaan. Dia mungkin belum bisa melupakan apa yang sudah kulakukan padanya. Tapi kita membutuhkan bantuan. Kau bisa bisa menemuinya sebagai seorang ibu, kalau tidak sebagai seorang wanita. Bisakah kau melakukan ini demi putramu?

---------------
Sushima terlihat sedang belajar.
Charumitra dan Mahamat masuk.
Charu : Aku bangga padamu. Dengan keuletanmu, kau akan mengalahkan Ashoka.
Sushima : Sekali aku sudah duduk di singgasana maka aku tidak akan turun.

Mahamat : Tidak ada yang boleh tahu kalau aku memberimu soal untuk ujian hari ini diam-diam.
Raja Shri Vinjendar yang akan bertanya pada ronde pertama. Dia sangat bijak dan berpengalaman. Selanjutnya Krinath. Dia akan bertanya dan memastikan kalau kau tidak hanya belajar tapi juga memahaminya. Yang ketiga adalah  Akhandanand adalah yang ketiga dan yang paling sukar. Tak ada yang tahu apa yang ada di pikirannya.

Charu : Sekali Ashoka kalah, maka Dharma juga akan kalah. Aku tidak akan pernah membiarkannya menang lagi.

Di tempat berbeda...
Dharma : Jangan memikirkan menang atau kalah. Semua ibu sama. Sushima sudah seperti putraku.
Ashoka : Ketika aku tahu dia adalah kakakku, aku ingin melupakan semuanya. Aku mengira kalau pikirannya mungkin juga akan berubah. Dia tidak mempertimbangkan aku sebagai adiknya.
Dharma  Kau harus menyayanginya sekalipun dia tidak menyayangimu. Ibu tahu kau sayang padanya, dalam hatimu kau menghormatinya. Kau tidak melakukan semua ini demi egomu semata.

-------------------

Dharma melihat Sushima mengancam Ahenkara hendak membunuh adikunya.
Charumitra datang.
Charu : Sushima mencintai Ahenkara. Ketika Sushima melihat Ashoka dan Ahenkara berpelukan, dia merasa marah. Ashoka tidak tahu bagaimana etika seorang bangsawan. Dia seharusnya menyadari kalau Ahenkara adalah calon istri kakaknya.
Dharma : Aku percaya dengan apa yang sudah kuajarkan pada Ashoka. Dia tidak akan melanggar batasannya.
Charu : Kuharap itu benar.

Sushima : Aku tidak akan membunuhnya dengan mudah. Aku membutuhkanmu sampai aku menjadi seorang raja, dan setelah itu aku akan menguncimu di dalam sangkar.


PRECAP
Sushima ditanya bagaimana cara memperlakukan orang sudah berbuat zalim.
Sushima : Mereka seharusnya dihukum. Bila satu orang dihukum, maka yang lainnya akan takut.
Ashoka : Aku tidak setuju tentang satu hal.
Bindu : Ashoka pasti suatu hari akan menjadi raja.


NEXT Ep 181



Comments

Popular Posts